Mesin ketukan atau detonasi atau dikenal juga dengan istilah mesin ngelitik adalah terbakarnya bagian-bagian yang belum di kenai oleh percikan api dalam ruang pembakaran. Terbakarnya bagian-bagian yang belum dikenai api ini berlangsung sangat cepat dan menghasilkan uang yang sangat tinggi.

Dari mesin-mesin ini menghasilkan mesin yang bisa digunakan dari kompartemen mesin dan bisa sangat bervariasi. Namun masih banyak yang meremehkan respons mesin terdengar ngelitik, padahal hal ini tidak bisa dibiarkan karena dapat menyebabkan kerusakan yang cukup fatal pada mesin.
Pada saat mesin-mesin tersebut menyala dalam jangka waktu lama hingga bunyinya bertambah parah, maka biasanya pada ujung piston / silinder akan ada bopel-bopel dan bahkan bisa sampai piston bolong tersebut. Untuk itu kiranya SO mania perlu mengetahui penyebabnya dan bagaimana perawatan yang dilakukan agar mesin mobil menjadi awet dan tidak terjadi yang disebut mesin ngelitik.
Penyebab mesin ngelitik (Engine Knocking)
Banyak faktor yang dapat menyebabkan mesin ngelitik, yaitu adalah karena ada faktor-faktor yang tidak tepat, karena ada mobil yang menggunakan bbm dengan oktan tinggi tetapi pengguna mobil yang menggunakan bbm dengan oktan yang berkadar rendah. Tekanan lain merupakan mesin yang digunakan oleh banyak orang.
Selain faktor-faktor bbm, pengaturan waktu yang benar-benar tidak tepat untuk membuat sensasi atau faktor pengapian yang kurang baik, akibat banyak bbm yang tidak terbakar dengan sempurna. Jika hal ini dibiarkan akan terus menerus juga akan terjadi mesin-mesin ngelitik dan penumpukan kerak karbon pada ruang bakar agar berlebih.
"Faktor ekonomi biasa menjadi penyebab utama orang menggunakan bbm dengan oktan rendah padahal mesin mobil tersebut harus menggunakan bbm dengan oktan yg tinggi", ujar Chandra, salah satu komandan dari bengkel Berdikari Motor yang terletak dibilangan Bintaro ini.
Dengan Mesin Tuning
Jika memang mesin yang harusnya menggunakan bbm beroktan tinggi tapi tetap ingin menggunakan bbm beroktan rendah karena berbagai alasan, solusi yang bisa dilakukan biasanya adalah dengan melakukan pengunduran waktu pengapian agar tidak terjadi ketukan. Hal ini dapat dilakukan dengan kondisi seperti ini, konsekuensinya adalah tarikan mobil tidak dapat se-responsif kompilasi menggunakan bbm yang bagus dan waktu pengapian yang sesuai.
Saat faktor pengapian yang menjadi penyebabnya, dapat menggunakan busi yang sesuai atau jika mau bisa menggunakan produk-produk yang dapat memperbesar pengapian.
Carbon Clean atau Top Overhaul Jadi Solusi
Jika Anda mengetahui berapa banyak waktu yang diperlukan untuk membersihkan, maka langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membersihkan adalah dengan menggunakan karbon yang bersih. "Sudah banyak kok bengkel-bengkel yang dapat membersihkan ruang bakar dengan metode carbon clean, meskipun tentu saja tidak dapat dikatakan akan membersihkan karbon diruang bakar hingga 100%", imbuh Chandra.
Sebagai langkah terakhir yang dapat dilakukan apabila masalah mesin ngelitik semakin parah adalah harus dilakukan Top Overhaul (OH) yang mengharuskan mesin turun setengah. Jika melakukan hal ini, maka akan ada banyak bagian yang harus diganti dan yang sudah pasti harus diganti adalah packing cylinder head, seal klep, packing tutup klep (jika kondisi masih bagus bisa dipakai lagi), dan packing water pump.
Tapi sebisa mungkin apabila mesin harus mengalami Top OH, maka bagian packing atau seal bagian atas harus diganti. Sedangkan kalau untuk klep, rocker arm, suling klep, sitting klep, botol klep, sumpit klep, sims/coin klep dsb yang berbau metal harus dilihat kondisinya terlebih dahulu dan jika masih bagus tidak perlu mengalami penggantian.
"Untuk urusan ongkos kerja dari setiap bengkel bervariatif, dari biaya hingga 400 juta hingga 1,5 juta dan belum termasuk suku cadang yang diganti, ungkap Chandra. Biar mesin tetap awet, saran gue, gunakanlah kualitas bbm yang sesuai dengan karakteristik mesin. ”Tambah Chandra tengah wawancara.
Sumber: mobilutama.com