Kalau mau jujur, perangkat AC adalah salah satu yang paling jarang kita rawat, padahal itu merupakan komponen yang cukup penting bagi perjalanan. Apalagi untuk mudik sekeluarga di siang bolong. Dijamin, bila AC ngadat,  perjalanan ceria akan berubah jadi mengesalkan.

Read MorePemeriksaan kondisi mesin dan ban sebelum mudik memang penting, tapi kita jangan sampai melupakan AC. Apalagi AC adalah komponen yang memiliki karakter bisa langsung malfungsi tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. 

 


Kami pun menemui sejumlah pakar di bidang sistem pendinginan kabin mobil ini, untuk membantu Anda menyiapkan AC mobil sebelum perjalanan mudik. Berikut ini adalah hal yang mesti dilakukan sebelum pulang ke kampung halaman. 

Cek kebocoran 
Kebocoran sistem AC tidak akan terasa oleh kita, sampai pelumasnya habis dan membuat kompresor macet. Cara mengeceknya mudah sekali. Periksalah sambungan-sambungan slang AC, dan lihat apakah ada noda oli di sekitarnya. Sambungan yang masih baik akan bersih dari kotoran semacam itu, paling hanya sebatas debu. 

“Tapi bila Anda melihat ada embun dingin di sambungan tekanan rendah, itu menandakan AC bekerja sempurna,” tandas Turiyanto, pemilik bengkel spesialis AC Bella Motor di kawasan Cirendeu, Jakarta Selatan. 

Pastikan pendinginan mesin mobil bekerja baik 
Sekilas sistem pendinginan mesin dan AC tidak ada hubungannya. Tapi ternyata ini dapat memengaruhi kinerja AC secara signifikan, karena AC juga memiliki peranti serupa radiator yang juga harus didinginkan bersamaan dengan mesin. Maka dari itu, periksalah kipas utama dan kipas ekstra mesin. Bila mati, segera perbaiki. 

Untuk mobil dengan kipas yang tersambung ke puli, pastikan saja masih berfungsi baik. Kalau sudah diganti tipe visko, sebaiknya cek apakah kekentalan oli di dalam kipas masih baik, ditandai dengan kipas yang berputar kuat. Bila ada masalah pendinginan dan dibiarkan saja, hal ini bisa berdampak pada kerusakan kompresor. 

Cek refrigerant 
Cara pertama mengecek ketersediaan refrigerant  atau biasa disebut freon adalah dengan mengecek lubang kaca kecil di dekat kompresor AC. Apabila bening artinya masih penuh. 

“Kekurangan freon ditandai dengan busa putih di dalam kaca itu,” lanjut Turiyanto. Tapi seandainya refrigerant  habis, kaca juga akan terlihat bening. Bedanya, saat freon habis, kompresor tak mau menyala dan embusan AC tidak dingin sama sekali. 

Cek embusan angin 
Caranya cukup mudah. Nyalakan AC di posisi paling kencang, dan rasakan apakah udara keluar tanpa terhambat. Bila ada hambatan ini berarti ada sumbatan di filter atau evaporator. 

Periksa AC ke bengkel spesialis 
Saat ini banyak bengkel spesialis AC yang cukup andal. Bila tak mau repot, Anda dapat memeriksakan kondisi AC mobil ke bengkel spesialis tersebut. Biayanya juga tidak mahal. 

“Di bengkel kami, pemeriksaan kondisi AC itu gratis tanpa biaya apapun. Konsumen hanya membayar bila ada kerusakan dan diperbaiki di tempat kami,” tandas Milla, ahli masalah AC dari Bella Motor.
Cara simpel merawat AC
Bila hendak memperpanjang umur AC Anda, ikuti beberapa tips simpel berikut ini. 
1. Menjaga kebersihan kabin
Kabin yang kotor akan membuat saluran AC gampang tersumbat. Itu karena AC mengisap udara dari dalam kabin, terutama di samping pengemudi. Merokok di dalam mobil juga turut menyumbang kotornya kabin yang memengaruhi AC. 

2. Jangan pakai freon murah 
Saat ini, rata-rata harga penggantian freon berkisar Rp 125-150 ribu rupiah. Tapi banyak juga produk yang ditawarkan dengan harga setengahnya. Bahan yang dipakai oleh freon murah ini bisa mengakibatkan tekanan di kompresor sangat tinggi dan merusaknya. 

3. Jangan pakai suhu paling rendah
Bila keadaan tidak panas-panas amat, sangat dianjurkan untuk memasang thermostat  AC sedikit di atas suhu minimumnya. Ini akan menghindari pembekuan di dalam sistem AC dan membuat kompresor bekerja lebih ‘santai’.
Sumber:  Autobild
Penulis : Fitra Eri