Setingan mesin bisa jadi penyebab konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jadi boros. Settingan ini terutama dari pengaturan campuran bahan bakar dan udara yang kurang pas. Bisa jadi, pengaturan perbandingan bahan bakar mesin tidak tepat sehingga membuat campuran menjadi “gemuk” karena pasokan bahan bakar ke ruang bakar lebih besar dari yang dibutuhkan.

 

Read More1. Pengaturan campuran udara dan bahan bakar mempengaruhi boros tidaknya konsumsi bbm. Untuk mengetahui pas atau tidaknya pengaturan tersebut, caranya sangat mudah. Berikut cara mengeceknya: 1. Deteksi bisa dilakukan ketika mesin dalam posisi idle. Jika RPM mesin turun naik, tandanya pengaturan perbandingan bahan bakar dan udara kurang pas. Setelah kunci kontak diputar ke posisi START dan mesin hidup, RPM semestinya tetap stabil saat pedal gas didiamkan. Jika mesin tidak stabil dalam posisi idle bisa mengakibatkan konsumsi yang lebih boros yang beresiko mesin tiba-tiba mati di tengah di jalan.

2. Ikuti uji emisi gas buang (ada yang gratis biar menghemat anggaran). Bila pada kertas hasil test tertera kadar HC dan CO yang terlalu tinggi, berarti bahan bakar yang masuk ke ruang bakar terlalu besar daripada yang dibutuhkan akibat pengaturan yang tidak pas. Jika ini terjadi, atur kembali perbandingan campuran bahan bakar dan udara di kendaraan. Setiap melakukan servis rutin di bengkel pun biasanya mekanik melakukan pemeriksaan dan penyetelan rasio bahan bakar dan udara yang terbakar atau sering disebut setel CO.

Namun, perlu diperhatikan penyetelan bisa saja sudah pas tetapi pembakaran bbm tetap tidak sempurna. Untuk memastikannya, lakukanlah pemeriksaan throttle body. Kemungkinan besar komponen tempat mengalirnya udara ini kotor dan mengganggu kelancaran aliran udara ke ruang bakar. Periksa juga sistem pengapiannya. Cek apakah ada coil yang sudah aus, tahanan-tahanan pada kabel busi pengapian terlalu tinggi atau businya ada yang mati.

Sumber: solusimobil.com