Ban merupakan salah satu komponen utama yang sering luput dari perhatian pengendara. Padahal, motor merupakan penunjang sebuah kendaraan dapat melaju atau tidak. Kondisi jalanan yang tidak serupa satu sama lain tentu menuntut performa ban untuk senantiasa dalam kondisi yang prima dan stabil. Tidak jarang ban juga menjadi penentu keselamatan bagi pengendaranya, terjadi kesalahan pada ban bisa berisiko fatal. Salah satu kondisi yang kerap menimbulkan kecelakaan mobil di jalan adalah ban selip, yang terjadi karena ban kekurangan cengkraman pada permukaan jalan yang menyebabkan kontrol atas kendaraan hilang.

Dengan kata lain, ban tetap memerlukan perawatan yang tepat demi menghindari peluang timbulnya masalah serius di kemudian hari. Sesungguhnya perawatan ban tidak sulit dan dapat dilakukan sendiri oleh pemilik kendaraan. Hindari risiko kecelakaan melalui cara mencegah ban selip berikut ini.

1)      Perhatikan tekanan udara ban

Tekanan udara di dalam ban tidak boleh sembarangan, baik itu terlalu rendah atau terlalu tinggi. Setidaknya Anda perlu mengecek dan memeriksa tekanan udara ban setiap dua minggu sekali atau satu bulan sekali di bengkel apabila Anda tidak memiliki alat ukur tekanan ban. Sebaiknya Anda isi udara dalam ban di pagi hari karena udara masih dingin sehingga udara di dalam ban belum memuai. Mengisi udara ban dengan gas nitrogen lebih baik daripada pompa angin biasa karena lebih mampu mencegah berkurangnya tekanan angin pada ban.

2)      Merotasi ban dan spooring ban secara rutin

Mintalah mekanik bengkel langganan Anda untuk menukar ban depan dan ban belakang secara rotasi, tujuannya adalah untuk menghindari tekanan dari ban mobil yang tidak sebanding sehingga menyebabkan ban menjadi aus pada waktu yang berbeda. Di samping itu, spooringban juga perlu dilakukan untuk menjaga umur ban.

3)      Membersihkan kerikil yang menempel pada sela-sela Ban

Setelah dibawa berkendara pada umumnya akan ada kerikil-kerikil menempel di sela-sela pola ban. Segeralah bersihkan kerikil tersebut, karena jika lama dibiarkan dapat menghasilkan gesekan dengan permukaan jalan sehingga memperparah keausan ban. Terlebih lagi, jika kerikil berbentuk lancip atau tajam lama kelamaan masuk terlalu dalam ke permukaan ban hingga pada akhirnya menjadikan ban mudah kempes atau kurang angin. Bersihkan permukaan ban satu minggu sekali sembari memanaskan mesin mobil.

4)      Menghindari lubang di jalanan

Meski ban mobil lebih besar dari pada motor, tidak akan menghilangkan pengaruh apabila mobil dipaksa melewati lubang jalan ataupun kondisi jalan yang rusak parah. Tak hanya membuat ban menjadi cepat aus, namun juga dapat membuat oli pada shockbreaker menjadi boros sehingga ban mobil menjadi tidak seimbang. Pilihlah jalan yang halus dan tidak banyak lubangnya, jika memang terpaksa harus melewati jalanan yang berlubang maka kemudikan mobil secara perlahan.

5)      Lindungi ban meski mobil menganggur

Kondisi mobil yang tidak digunakan setiap hari atau didiamkan lama di rumah bukan berarti Anda mengabaikan perawatannya, khususnya ban. Dalam kondisi tersebut tetap membuka risiko pemuaian karena suhu yang berubah-ubah. Lindungi ban Anda dengan cara menutup atau membungkus ban mobil tersebut dengan kain atau pembungkus khusus.

Risiko kecelakaan akibat ban mobil selip masih banyak ditemukan, jangan sampai Anda lalai mengambil risiko tersebut. Minimalisir juga risiko tersebut melalui cara melindungi mobil Anda asuransi. Miliki asuransi dengan cabang yang luas dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan demikian, Anda dapat mengendarai mobil dengan rasa tenang dan aman ke manapun bepergian.